Senin, 18 Februari 2013

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung

. Senin, 18 Februari 2013
0 komentar

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung tidak merasa pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal Lumpur Lapindo ditujukan untuk menyerang Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical. Menurut Akbar, pernyataan Presiden tidak berkaitan dengan dunia politik.

"Tidak ada hubungannya dengan Ical. Ical tidak berada dalam manajemen (PT Minarak Lapindo) itu walau tentu saja langsung atau tidak langsung akan berpengaruh pada perusahaan yang bisa dikatakan dipimpin keluarga Bakrie," ujar Akbar di Jakarta.

Menurut Akbar, pernyataan Presiden itu murni ditujukan kepada PT Minarak Lapindo Brantas yang belum memenuhi kewajibannya kepada warga Porong. Hal itu membuktikan Presiden mengikuti perkembangan ganti rugi semburan Lumpur Lapindo. Sebab, lanjut Akbar, bila tidak dituntaskan maka hal itu akan berdampak pada citra PT Minarak Lapindo Brantas yang dimiliki keluarga Bakrie. Selain itu, hal tersebut juga dapat berdampak pada ketidakpuasaan masyarakat atas kinerja Presiden.

"Karena itu (Presiden mengingatkan Lapindo) jangan sampai merugikan masyarakat karena akan berdampak pada kehidupan. Dampaknya langsung kehidupan lahir batin dan akherat," tegas Akbar. Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan Lapindo untuk segera membayar kekurangan ganti rugi kepada korban semburan lumpur di Sidoarjo. Presiden menyebutkan, Lapindo belum membayar kewajiban ganti rugi Rp 800 miliar.

Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa, menyatakan, PT Minarak Lapindo tak akan mengingkari kesepakatan. Keterlambatan Lapindo membayar ganti rugi kepada korban karena keterbatasan dana keluarga Bakrie.

Baca juga: Iconia PC tablet dengan Windows 8 by Kanghari

Klik disini untuk melanjutkan »»